Jokowi: Mudik dan Pulang Kampung Berbeda, Emang Iya?

DKI Jakarta – Masih ingat dengan momen lebaran tahun lalu saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan mudik dan pulang kampung itu berbeda? Menjadi perhatian publik kala itu. Apa sih bedanya?

Sama seperti tahun 2020, kali ini pemerintah juga mengeluarkan larangan mudik lebaran untuk Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Sebagai Negara berkembang dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia menjadi salah satu negara dengan arus mudik yang padat tiap tahunnya.

Menjadi momen yang identik dengan tradisi tahunan untuk pulang kampung dan berkumpul bersama seluruh sanak keluarga yang berasal dari perantauan, mudik biasanya dilakukan untuk menikmati semarak dan hangatnya suasana Hari Raya bersama-sama. Jika mudik juga dikatakan sebagai tradisi pulang kampung, terus apa dong bedanya?

Pulang kampung memiliki arti kembali atau pulang ke kampung halaman, dimana biasanya tidak memiliki rencana untuk kembali ke kota dan menetap di kampung.

Sedangkan mudik yang berasal dari kata ‘udik’ memiliki arti berlayar atau pergi ke udik/hulu. Dalam konteks penggunaannya, mudik biasanya digunakan dalam suasana Hari Raya Idul Fitri.

Kata pulang kampung dan mudik dalam KBBI dikatakan memiliki istilah yang sama. Namun jika ditelaah kembali secara seksama ini memiliki arti yang berbeda.

Contohnya, penggunaan kata pulang kampung untuk orang yang mengalami PHK di ibu kota akibat pandemi yang tidak kunjung usai dan harus kembali ke kampung halaman.

Tidak mungkin kita mengatakan “orang itu mudik karena di-PHK boss nya di perusahaan A’. Kalian pasti mengatakan “orang itu mudik ke kampung setelah di-PHK di perusahaan A”.

Di samping itu, mudik dan pulang kampung memiliki sudut pandang yang dikaitkan dengan hubungan dari makna kata itu sendiri.

Guru Besar Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat dalam wawancara dengan detikcom pada 23 April 2020 lalu juga berpendapat mudik dan pulang kampung berbeda arti.

“Memang beda arti mudik dengan pulang kampung. Biasanya pembaca kurang cermat. Di KBBI tertulis v cak. Cak itu berarti (bahasa) percakapan,” ujar Prof Rahayu dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (23/4/2020).

Menurut Prof Rahayu, bahasa percakapan anti kaidah. Sebab arti pulang kampung beda dengan mudik namun kerap dipakai dalam bahasa percakapan.

Mudik adalah pergi ke udik atau hulu. Sementara pulang kampung adalah kembali ke kampung halaman.

Semoga sekarang traveler sudah tidak bingung lagi dengan perbedaan mudik dan pulang kampung. Jangan lupa untuk ikuti imbauan pemerintah guna memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

 

Fahmi Permana
TERUSLAH BEKERJA KERAS. Sampai kamu tidak perlu memperkenalkan dirimu lagi pada siapa pun.